Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang Pencahayaan

Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 mengatur standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lingkungan Kerja, termasuk standar pencahayaan, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sehat. Standar pencahayaan dalam peraturan ini meliputi pencahayaan alami dan buatan, persyaratan agar tidak menyilaukan dan tidak menimbulkan bayangan, serta penetapan Nilai Ambang Batas (NAB) pencahayaan untuk mencegah bahaya kecelakaan kerja, meskipun detail NAB spesifik untuk setiap jenis aktivitas tidak disajikan di sini.


Poin-poin Penting mengenai Standar Pencahayaan dalam Permenaker No. 5 Tahun 2018:

Jenis Pencahayaan:

Mencakup pencahayaan alami (sinar matahari) dan pencahayaan buatan.

Tujuan:

Untuk memastikan pekerja dapat melihat secara detail, melakukan tugas visual dengan mudah, serta bergerak dan bekerja dengan aman.

Karakteristik Pencahayaan:

Harus memenuhi kriteria tidak silau, tidak berkedip, tidak menimbulkan bayangan yang mengganggu, dan intensitas cahaya yang menyebar merata.

Nilai Ambang Batas (NAB):

Permenaker ini menetapkan NAB pencahayaan, yang merupakan standar faktor bahaya di tempat kerja. Jika intensitas cahaya kurang dari NAB, perusahaan bisa menambahkan pencahayaan; jika berlebihan, bisa mengurangi intensitas atau menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).

Pentingnya Pencahayaan yang Tepat:

Meningkatkan Keselamatan:

Pencahayaan yang memadai sangat penting untuk mendeteksi bahaya dan mencegah kecelakaan kerja.

Meningkatkan Produktivitas:

Lingkungan kerja dengan pencahayaan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan dan prestasi kerja.

Mencegah Kelelahan Mata:

Pencahayaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kelelahan mata pada pekerja.

Tindakan yang Dapat Dilakukan:

Pengukuran:

Lakukan pengukuran intensitas cahaya di tempat kerja untuk memastikan sesuai dengan NAB yang ditetapkan.

Penyesuaian:

Jika intensitas cahaya tidak sesuai, lakukan penyesuaian dengan menambahkan atau mengurangi intensitas cahaya.

Sosialisasi:

Berikan sosialisasi kepada pekerja mengenai pentingnya pencahayaan yang aman dan cara bekerja dengan aman terkait kesehatan mata.

Baca lebih lanjut tetang Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang K3 Lingkungan Kerja.

Artikel Yang Diperbarui:

  • Riksa Uji Condenser
    Riksa Uji Condenser

    Riksa uji condenser adalah proses pemeriksaan komprehensif untuk memastikan keandalan, efisiensi, dan keselamatan dari condenser dalam sistem industri. Condenser berfungsi...

  • Riksa Uji Eskalator Konvensional
    Riksa Uji Eskalator Konvensional

    Riksa uji eskalator konvensional merupakan bagian dari riksa uji elevator dan eskalator, yang bertujuan untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasional...

  • 10 Jenis Forklift yang Banyak Digunakan
    10 Jenis Forklift yang Banyak Digunakan

    Forklift merupakan salah satu dari jenis Pesawat Angkat Angkut Berikut adalah 10 jenis forklift yang umum digunakan dalam berbagai industri:...

  • Riksa Uji Eskalator
    Riksa Uji Eskalator

    Riksa uji eskalator adalah proses pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa eskalator beroperasi dengan aman dan...

  • Prinsip Kerja PJK3 Riksa Uji Demi Menjamin Keselamatan Kerja
    Prinsip Kerja PJK3 Riksa Uji Demi Menjamin Keselamatan Kerja

    PJK3 adalah Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang menyediakan layanan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memastikan...

Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang Pencahayaan
Scroll to top